Aturan Baru Kominfo, 1 NIK Bisa Digunakan untuk Daftar Banyak Nomor Kartu Seluler

Aturan baru kominfo, 1 NIK bisa daftar banyak nomor kartu seluler

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kembali meminta operator seluler untuk tidak menunda-nunda pemberian hak kepada outlet untuk menjadi mitra pelaksana registrasi termasuk registrasi nomor pelanggan ke-4 dan seterusnya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika selaku Ketua BRTI telah mengirimkan surat mengenai hal terkait kepada operator.

“Selaku Ketua BRTI, saya telah kirimkan surat ke operator seluler agar tidak menunda-nunda pemberian hak kepada outlet mitranya untuk meregistrasikan nomor ke-4, ke 5 dan seterusnya. Hal ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha mikro dan kecil yang menjadi salah satu penyokong industri telekomunikasi,” ujar Ahmad M Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika selaku Ketua BRTI, dalam siaran pers resmi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang dilansir dari laman resmi kominfo.go.id, Selasa (8/5/2018).

Dalam siaran pers NO. 105/HM/KOMINFO/05/2018 tertanggal 7 Mei 2018 tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Registrasi Nomor Prabayar Setelah Berakhirnya Masa Registrasi Ulang itu menyebutkan, mengenai jumlah nomor yang dapat diregistrasikan, menurut BRTI tidak ada pembatasan selama registrasi dilakukan dengan NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak. Selain itu, operator dan mitra juga diingatkan bahwa mereka wajib menjaga kerahasiaan data pribadi pelanggan.

Seluruh nomor pelanggan yang telah diblokir karena tidak diregistrasikan ulang sampai dengan batas waktu, yakni 30 April 2018 jam 24.00, dapat diaktifkan kembali sesuai dengan mekanisme registrasi nomor pelanggan baru, sementara seluruh pulsa dan/atau kredit pulsa yang ada di dalamnya tetap menjadi hak pelanggan yang bersangkutan.

Kebijakan ini dibuat agar hak pelanggan terlindungi, terutama yang nomor prabayarnya menyimpan pulsa/kredit pulsa saat terblokir karena tidak diregistrasikan ulang. Hal ini, sesuai dengan Peraturan Menkominfo.

Baca juga:  Mengenal Selebgram dan Kentungan Menjadi Selebgram

“Dalam surat kami kepada operator seluler, kami meminta agar hak-hak konsumen tetap dijamin,” tegas Ramli. Selanjutnya, Ramli juga mengingatkan seluruh pihak agar registrasi dilakukan secara benar dan berhak. Penyalahgunaan identitas untuk registrasi nomor prabayar akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan.

Seperti diketahui sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa nomor pelanggan yang melewati batas registrasi akan dinonaktifkan alias hangus sehingga nomor tersebut tak akan lagi bisa digunakan.

Selain itu Kominfo juga mengesahkan peraturan baru Menkominfo Nomor 14/2017 yang mewajibkan para pengguna meregistrasi kartu mereka menggunakan satu kartu keluarga (KK) hanya untuk tiga SIM card. Kebijakan ini mendapat keras, khususnya dari kalangan pemilik kios pulsa yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) yang berdemo di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (2/4/2018) silam.

Please follow and like us: